Social Icons

Pasukan Diklat Teknis Peradilan

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif 2014.

Diklat Training Officer Course (TOC)

Suasana Kelas Usai Belajar Diklat Training Officer Course (TOC)yang diikuti Pejabat dan Staf Pusdiklat Teknis Peradilan 2013

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta dalam rangka Obeservasi Lapangan dalam kegiatan Diklat Training Officer Course (TOC)

Lokakarya E-Learning

Suasana Kelas dalam Lokakarya E-Learning

Diklat PHI dan Perikanan

Diklat PHI dan Perikanan

Serius

Kabid. Program dan Evaluasi dampingi Kapusdiklat Teknis Peradilan

Kegiatan Diklat Teknis Fungsional

Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif

Foto Bersama

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Diklat Terorisme

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Rapat Penyusunan Kurikulum dan Silabus

Sambutan Kapusdiklat Teknis Peradilan

Senin, Desember 26, 2011

James Brown

James Joseph Brown, Jr., lahir 3 Mei 1933 dan meninggal pada 25 Desember 2006. Pria yang sering mendapat julukan The Godfather of Soul ini adalah seorang penyanyi dan juga pemusik yang diakui kepopulerannya pada abad ke-20.
Brown tumbuh dan bekembang dalam lingkungan kemiskinan dan kejahatan. Pada usia 16 tahun, dirinya pernah dijatuhi hukuman menjadi buruh kasar selama 16 tahun, setelah terlibat perampokan bersenjata. Pada 1987, untuk kelima kalinya dalam 10 bulan, ia ditangkap karena mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Kasus lain yang menimpa dirinya, adalah tuntutan istrinya, yang menuduhnya telah melakukan penyerangan dan pemukulan. Tidak berhenti di situ, berikutnya, ia dihukum enam bulan penjara atas tudingan telah melakukan percobaan pembunuhan dan bebas pada Februari 1991 dengan syarat ia tak akan lagi menggunakan atau memiliki senjata.

Minggu, Maret 06, 2011

Louis Armstrong


Auditorium sudah dipadati oleh penonton. Aura kegembiraan tampak memancar dari tiap orang yang sudah dari tadi menunggu. Saat Band melantunkan intro lagu “Hello Dolly” para penonton bertepuk tangan dan bersorak histeris memenuhi ruang yang dari tadi hanya dipenuhi oleh bunyi gumam penonton yang mirip suara lebah.
Dengan langkah mantap Louis Armstrong berjalan menuju mikrofon dengan tangan kanan memegang terompet dan tangan kiri menggenggam saputangan. Dan saat Louis mulai melantunkan “Hello…Dolly…oh…Hello…Dolly” suara gemuruh penonton semakin menjadi, sehingga nyaris bait pertama yang dinyanyikan Louis tidak terdengar. Suara serak yang menjadi ciri khas Louis menggema memenuhi auditorium. Suara serak ala Louis juga menjadi ilham beberapa musisi jazz tanah air seperti Bill Saragih.
Lagu ini direkam Louis pada Tgl.15 Februari 1964, dan segera menjadi “hits” seantero negeri bahkan berhasil mendesak “The Beatles” beberapa tangga ke bawah. Louis dilahirkan di daerah negro di New Orleans; di kawasan yang dikenal sebagai Storyville, pada tanggal 4 Juli. Louis pertama kali belajar musik pada seorang musisi bernama King Oliver, dan si negro ini belajar dengan sangat cepat, sampai ia kemudian diminta untuk menggantikan posisi Oliver dalam band yang cukup terkenal saat itu “Kid Ory and His Creole Jazz Orchestra.” Lalu pada tahun 1922 Louis bergabung dengan “Tuxedo Jazz Band,” di tahun itu juga Oliver mengundang Louis ke Chicago untuk bermain trumpet bersama di Lincoln Gardens.
Setelah dua tahun di Chicago, King Oliver dan Louis membuat sejarah dalam musik. Di kota angin tersebut Louis merekam solo perdananya “Chimes Blues.” Pada bulan September 1924 Louis bergabung dengan konglomerat musik Henderson. Bersamanya Louis menampilkan kualitas dan gaya permainan solo terompet yang begitu memukau dan tidak pernah didengar oleh para pengamat musik jazz di New York. Pengetahuan dan karya-karya musik yang dipelajari Louis dari Oliver menjadi bekal dan pemicu untuk terus bekerja sama dengan staf aranger Henderson yaitu Don Redman. Louis bergabung dengan Henderson kurang lebih satu tahun sebelum menghembuskan nafas yang terakhir pada tanggal 6 Juli 1971.

BB King : Legenda yang Hidup


BB King semula adalah pemusik blues yang hingga awal tahun 1960-an hanya dikenal terbatas dikalangan warga kulit hitam. Yang berjasa memperkenalkan BB King pada audiens anak-anak muda kulit putih dan audiens di dunia luar yang lebih luas, menariknya, adalah grup legendaris rock and roll asal Inggris, The Rolling Stones. Memang para personel The Rolling Stones, terutama Mick Jagger dan Keith Richard, adalah pencinta musik blues Amerika. Pada tahun 1969, The Rolling Stones meminta idolanya BB King untuk membuka 18 konser mereka di berbagai tempat di Amerika Serikat.

Riley B King atau BB King dilahirkan 16 September 1925 di Itta Bena, Mississippi, dekat kawasan Indianola. Masa belianya dimulai dengan mengamen. Terkadang dalam semalam, ia bermain di beberapa tempat. Pada 1974, BB menumpang hidup di Memphis demi mengejar karier musiknya. Memphis merupakan wilayah berpengaruh bagi komunitas pemusik Selatan, yang mendukung penemuan karya musik terluas dari segala gaya Afrika Amerika.

Di sana BB (Blues Boy) menetap dengan tantenya, Bukka White, salah seorang pemain blues kenamaan saat itu. Bukka White membantu menyekolahkan BB dalam seni musik blues. Lagu andalan awal BB adalah “Three O’Clock Blues” yang kemudian melambungkan namanya. Sebagai gitaris blues, BB kemudian berhasil mengembangkan gaya tersendiri.

Ia terinspirasi Blind Lemon Jefferson, T-Bone Walker dan sejumlah gitaris tenar lain. Semua itu digabungkannya dengan akurasi lekuk gaya vokalnya yang rumit, dan teknik vibrato pada tangan kirinya. Model permainannya itu mampu mempengaruhi ribuan gitaris penerus, dari Eric Clapton dan George Harrison hingga Jeff Beck. BB berhasil menggabungkan corak musik tradisional blues, jazz, swing, pop mainstream yang menjadi titik tolak ke arah sound yang unik.

BB King, dengan gitarnya yang dinamainya Lucille, dalam tur Eropa terakhirnya, telah mengucapkan salam perpisahan dengan emosional kepada para penggemarnya di “Montreux Jazz Festival 2006” tahun lalu. Gitaris bergelar King of Blues itu telah ikut festival jazz internasional tersebut dalam lebih dari 20 tahun.

Walau King telah memasuki usia uzur dan menderita diabetes. Ia muncul di atas pentas festival jazz itu bersama artis-artis jazz dari negara tuan rumah pada malam akhir konser mereka di kota tempat berlibur di tepi Danau Geneva, Swiss, tersebut. Para penyanyi Gladys Knight, Barbara Hendrick, Randy Crawford, dan Leela James; gitaris-gitaris John Mclaughlin dan Stanley Clarke; pemain-pemain keyboard Joe Sample dan George Duke; serta peniup saksofon David Sanborn; menyampaikan hormat mereka kepada sang King of Blues. "Mestinya saya menyampaikan salam perpisahan setiap malam," ucap King, yang menyanyi dan bermain gitar sambil duduk, dalam penampilannya selama dua setengah jam hingga dini itu. "Saya akan menangis lagi, periode ini tak ubahnya lapisan gula pada kue saya, tidak mungkin dilepas dengan cara yang lebih baik lagi dari sekarang," tuturnya penuh emosi.
(sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5902338) 

Bob James Sang Pianis Jazz


Mendengarkan permainan Bob James, laksana mendengarkan lantunan keindahan, ketenangan, dan harmony. Sentuhan nada-nada jazz yang tidak berkesan berat seperti kebanyakan musik jazz, menjadikan musiknya mudah sekali untuk dinikmati. Pemain piano dan keyboard ini lahir tanggal 25 Desember 1939 dengan nama Robert McElhiney James. Nama Bob James baru mencuat ketika ia menciptakan lagu berjudul “Angela” yang menjadi soundtrack dalam film Taxi, dan juga dalam lagunya berjudul “Nautilus” dan “Westchester Lady” yang berirama klasik-fusion.
Selain bersolo karir, Bob juga merilis album duet, diantaranya dengan Earl Klugh, Kirk Whalum dan David Sanborn. Di albumnya bersama Earl Klugh yang diberi judul “One on One”, Bob berhasil memperoleh Grammy Award untuk kategori “Best Pop Instrumental Performance of 1981″.
Warna musik Bob James yang kebanyakan berirama “Smooth-Jazz” juga dianggap memiliki peran yang sangat penting bagi lahirnya jenis musik “Hip-Hop,” hal ini dapat dilihat dari dua lagunya yang cukup terkenal yaitu “Nautilus dan Take Me to the Mardi Grass” yang diciptakannya tahun 1975 dalam album berjudul “Two”.
Pada tahun 1991 Bob mendirikan sebuah Supergrup Smooth Jazz dengan nama Fourplay. Anggota dari grup ini adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi dalam dunia musik Jazz seperti: Lee Ritenour pada gitar, Nathan East pada Bass, Harvey Mason pada drum dan Bob sendiri pada piano. Mulai berdirinya hingga saat ini grup ini sudah merilis 11 album. Album terakhirnya berjudul “Energy” yang dirilis tahun 2008. Sementara Bob sendiri secara keseluruhan (baik yang ber-solo karir maupun yang berkolaborasi) sudah merilis 43 album. Album yang terakhir berjudul “Christmas Eyes” tahun 2008, ia rilis bersama putri tercintanya Hillary James yang sekarang secara perlahan namun pasti mulai mengikuti jejak ayahnya sebagai musisi jazz.
(sumber : http://suaranada.wordpress.com)

Minggu, Juli 05, 2009

Virus Mengiringi Kepergian Michael Jackson

Perusahaan keamanan komputer Sophos pekan lalu memperingatkan bahwa satu virus telah beredar di Internet, Mereka mengatakan para pemakai Internet agar tidak membuka email yang menyatakan diri berisi gambar dan lagu rahasia Michael Jackson.

Surat elektronik itu memiliki judul "Remembering Michael Jackson" dan dikirim oleh "sarah@michaeljackson.com", kata Sophos dalam pernyataan yang dikirim lewat cabang untuk Asia di Singapura.

Menurut Sophos, email tersebut memberitahu penerimanya bahwa satu file tautan dengan judul "Michael songs and picture.zip" berisi gambar dan lagu rahasia sang bintang musik pop, yang meninggal akibat jantungnya berhenti berdenyut secara mendadak di Amerika Serikat pada Kamis, 25 Juni.

Sophos menyarankan pemakai komputer agar tidak membuka surat elektronik itu. "Dengan membuka file tautan, pemakai komputer terpajan (exposed) terhadap infeksi. Begitu terinfeksi, satu komputer akan secara otomatis mulai menyebarkan 'worm' ke komputer lain lewat Internet," kata Sophos.

Sophos mengatakan virus tersebut juga mampu menyebar saat komponen Autorun di memori USB yang terpasang.

(sumber : Antaranews)

Sabtu, Maret 28, 2009

Debo Bintang Idola Cilik 2

Sabtu malam, tanggal 28 Maret 2009 adalah hari bersejarah bagi seorang bocah yang bernama Andryos Aryanto atau lebih dikenal dengan sebutan Debo. Bocah kelas V SDN Tegallega ini mampu menyihir jutaan pemirsa lewat alunan suaranya yang memiliki vokal dengan vibra yang unik. Dan malam itu adalah milik seorang Debo, anak tunggal dari pasangan Jenal Abidin dan Miseh, setelah ia berhasil mengalahkan rivalnya, Paton, di acara Pentas Idola Cilik 2, yang disiarkan secara langsung di RCTI.

Sungguh mengharukan, dan tiba-tiba saja saya menjadi orang yang begitu melankolis, ketika seorang Debo bersujud syukur saat mendengar namanya diumumkan sebagai jawara Idola Cilik 2. Sebuah ungkapan emosi yang bermakna religius, tidak berlebihan namun lebih mengarah pada kematangan sikap seorang hamba yang selalu ingat kepada Allah disaat mendapatkan kebahagiaan. Disinilah tercermin pantulan budi pekerti seorang anak dari sebuah didikan keluarga yang selalu menanamkan nilai-nilai transedental. Dengan kemenangannya itu, impian Debo pun bakal terwujud. Sebuah impian mulia dari seorang anak yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Debo memang telah berniat untuk membelikan sebuah rumah jika kelak ia menjadi juara.

Perjalanan menuju puncak sukses yang diraih Debo barang kali patut untuk dijadikan sebuah motivasi, inspirasi sekaligus pembelajaran diri. Betapa tidak, Sang Idola Cilik ini bukanlah berasal dari keluarga kalangan atas, bukan pula dari turunan artis. Ia justru dilahirkan dari orang tua yang tidak mampu, sang Bunda bekerja sebagai TKW di ranah Arab, sedangkan Ayahnya adalah kuli bangunan di Jambi. Ironisnya, justru ketika Debo berhasil memasuki 10 besar, kedua orangtuanya tak bisa mendampinginya. Padahal, saat itu Debo membutuhkan dorongan spirit. Barang kali inilah faktor yang membuat Debo menjadi seorang yang pendiam dan suka menyendiri, lantaran harinya sedih melihat anak-anak yang lain tengah bermanja-manjaan bersama orangtuanya. Untunglah, Mamang Adi, adik bungsu Ibu Debo, selalu menyemangati hati Debo yang sempat terkulai.

Postingan ini memang sengaja saya hadirkan khusus untuk seorang Debo, bintang Idola cilik masa depan. Sebuah potret kehidupan manusia 'kecil' yang terlahir dari keluarga tak mampu, namun mampu melahirkan dan menjadikan seorang anak yang ‘besar’.

Minggu, Maret 15, 2009

Blogger Jadi Seleb

Hola, bro...apa kabar hari ini?....moga-moga kita dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apapun yah.... Oh yah, tadi aku sempetin mampir ke situsnya Raditya Dika, wah keren abis tuh bocah sekarang.... Pernah denger nama dia nggak? ...ah, pasti Anda udah denger yah... Sengaja Aku angkat posting ini untuk seorang yang bernama Raditya Dika yang kini telah sukses menjadi seleb. Kalo seleb punya blog wajar yah, emang udah terkenal duluan, tapi kalo seorang blogger yang cuma mendem dibalik postingan-postingannya lalu menjadi seorang selebritis....Amboi, itu namanya kesuksesan, bro.... Jalan panjang dan berliku yang dialami oleh Dika, dimulai dari tahun 2000 dengan membuat blog yang bernama kambingjantan.com, dan ternyata tulisan-tulisan Dika yg terbilang nyeleneh karena melawan arus dalam penulisan berbahasa Indonesia yg baek dan benar, mampu mengundang simpati siapapun yg mampir ke situsnya. Walhasil, blog kambingjantan.com pun diganjar penghargaan Best Blog Award, dari para ekspatriat Indonesia yang tinggal di Hongkong. Hebat yah....mo tau nggak rahasia dibalik kesuksesannya itu? Dia bilang begini: "Dalam setiap tulisan gue dari dulu hingga sekarang selalu menempatkan kejujuran, Gue tidak pernah berpikir, tulisan ini akan menghasilkan keuntungan," tegas penulis yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia ini. Dari kegiatan ngebog ini, Dika juga telah menelurkan 4 buku antara lain : Kambingjantan (2005), Cinta Brontosaurrus (2006), Radikus Makan Kakus (2007), dan Babi Ngesot (2008), semuanya laris manis sebagai best seller. Bahkan, buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan, diangkat ke layar lebar. Film Kambing Jantan sendiri di sutradarai oleh Rudi Soedjarwo, dengan pemeran utamanya adalah Raditya Dika sendiri. Wah, makin berkibar aja bendera kesuksesannya. Oke, bro....Anda pun bisa mengikuti jejak seorang Raditya Dika. Dia aja bisa kenapa Anda tidak?...... Salam dan Sukses untuk Anda semua. NB : Setelah meraih sukses kini blog kambingjantan.com telah berganti baju dengan situs yang bernama http://radityadika.com.
 

Komentar Tamu

Mengenai Saya

Foto saya
Tinggi di sebuah kota kecil, depok jawa barat, kalo mo kerumah koe dan nggak ketemu tanya aja ama tukang pos, dijamin Anda akan tersesat lebih jauh. Nah, mendingan kontak aja di viruscinta18@gmail.com. Mudah bukan,...Tetap semangat dan berkreatifivitas....Salam.

Link Penting

Sample Text