Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional
Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif 2014.
Diklat Training Officer Course (TOC)
Suasana Kelas Usai Belajar Diklat Training Officer Course (TOC)yang diikuti Pejabat dan Staf Pusdiklat Teknis Peradilan 2013
Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta
Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta dalam rangka Obeservasi Lapangan dalam kegiatan Diklat Training Officer Course (TOC)
Lokakarya E-Learning
Suasana Kelas dalam Lokakarya E-Learning
Diklat PHI dan Perikanan
Diklat PHI dan Perikanan
Serius
Kabid. Program dan Evaluasi dampingi Kapusdiklat Teknis Peradilan
Kegiatan Diklat Pilkada
Foto Bersama
Kegiatan Diklat Teknis Fungsional
Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif
Foto Bersama
Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I
Diklat Terorisme
Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I
Rapat Penyusunan Kurikulum dan Silabus
Sambutan Kapusdiklat Teknis Peradilan
Sabtu, Februari 14, 2009
Utamakan Selamat
Nyepetin Start Up Windows XP
Ukuran File
Anda mungkin sudah mengerti dan paham dengan ukuran file (kan udah biasa berkecimpung dengan computer), misalnya ketika anda hendak mengcopy sebuah file dari hardisk ke media lainnya, umpanya ke disket atau flashdisk, pertama yang diperhatikan adalah besarnya ukuran filenya bukan? Nah, ukuran file inilah yang menjadi patokan untuk menentukan besarnya isi data yang hendak kita copy.
Sudah familiar di telinga kita barangkali dengan istilah kilobyte (kb) atau megabyte (MB). Yang menjadi pertanyaan kita adalah ukuran apa yang digunakan untuk menentukan atau membedakan tingkatan itu? Jika kita ditanya berapa meter dalam 1 kilometer? Jawaban pertanyaan ini sudah pasti 1000 meter. Nah, apakah demikian pula halnya dengan ukuran file? Tentu saja tidak, sebab ukuran file menggunakan perhitungan binari. Karena itulah 1 byte tidak setara dengan 1000 kilobyte, melainkan 1024 kilobyte. Kok bisa nanggung gitu yah…. Mana saya tahu, tanyakan saja sama pencipnya itu (hehehehehe….)
Sekarang ini, istilah “gigabyte” sudah sering terdengar, lantas di atasnya muncul istilah “terabyte”. Setingkat di atasnya masih ada istilah “peta”, lalu “exa” (waduh …makin tinggi aja yah)… belum berhenti disini, karena ada istilah yang digunakan untuk menunjukkan besaran di atasnya, yaitu “zetta” dan “yotta”. Hup,…. Entah ada istilah apalagi kalau diteruskan.
Kedua istilah terakhir yang disebutkan itu, membuat saya merasa bangga sebab “zeta” dan “yotta” itu adalah nama-nama dari kedua putra putri saya (weks…... numpang mujur neh, atau mereka mungkin yang nyontek, …cielah geer).
Oke, sekarang udah tau kan ......
Jumat, Februari 13, 2009
Hilangkan Bau Petai
Entah kenapa, walau dihidangkan juga beberapa paha ayam goreng oleh tuan Rumah, aku lebih fokus mengganyang petai yang telah kucampur dengan sambal terasi. Duh, nikmatnya bukan main. Sampai tak sadar tenyata aku telah menghabiskan 3- 4 papan petai.
Menjelang sore akupun berpamitan.
Nah, ketika aku pulang, ternyata di rumah telah kedatangan tamu dari pihak isteri. Ada mertua, kakak ipar dan beberapa keponakan. Aku sebenarnya senang sih menerima kedatangan ereka, tapi ada satu hal yang mengganjal pikiranku. Ini lho,… persoalan jika aku pipis, sudah dipastikan bakal menimbulkan aroma “semerbak”. Apalagi kamar mandi cuma ada satu. Wah, masak sih aku mesti nahan pipis sepanjang malam…
Cuek bebek ah, …. Karena hari telah sore aku bergegas mandi dan ….hehhehehe, pipis...!
Takut bau “semerbak” tercium oleh mereka, lantas kusiram kamar mandi lebih dari satu air ember, setelah terlebih dahulu kucampur dengan pengharum lantai, dan tak lupa menggosok gigi. Memang sih awalnya nggak begitu tercium, namun ketika mertua cewek mau buang hajat, langsung saja bercuap-cuap ria : “Wah,… siapa yang abis makan petai neh…. ?!”
Hihiikkk,… lebih baik mendekam di kamar daripada malu. Rupanya isteriku yang tahu betul kegemaranku makan petai, mendatangiku dan memberikan secarik kertas, setelah itu kembali ke ruang tamu.
Tahukah Anda, kertas yang diberikan oleh isteriku itu ? Mau tahu… nih ada tertulis kalimat :
“Mas, kalo tidak ingin mulut dan pipisnya jadi berbau petai, segera minum segelas teh kental tawar”.
Aku berpikir, masa iya sih? Yang kutahu kalau mau ngilangin bau petai yah makan jengkol.
Ah, apa salahnya dicoba. Aku pun beranjak ke luar kamar, tetapi ternyata isteri lebih dulu telah menghidangkan secangkir teh tawar yang sangat kental, sebelum aku sempat melangkah ke dapur.
“Makanya, ….ngobrol dong kalo abis makan petai” seloroh istriku.
“Oh, jadi kamu toh rupanya yang bikin ruang tamu jadi “wangi” mendadak mertuaku muncul. Aku cuma bisa mesem-mesem…
Nah, Tuan dan Nyonya, jika kebetulan gemar makan petai jangan lupa resep ini, yah…..
Rabu, Februari 11, 2009
DOA MENGHALANGI HUKUMAN MATI
Dalam perjalanan sejarah orang-orang shalih telah terbukti banyak sekali yang memiliki karomah. Demikian pula kejadian-kejadian yang tidak masuk pikiran normal manusia kebanyakan, menjadi hal biasa bagi mereka. Boleh jadi sebagian dari pintu gaib telah sengaja dibuka buat mereka. Salah seorang shalih yang dikenal memiliki karomah adalah Abbas Ali yang lebih dikenal dengan julukan Al hajj al-mukmin.
Pada suatu hari mata-mata negara telah melakukan salah tangkap terhadap salah seorang sepupu Abbas Ali. Tidak tanggung-tanggung Abdunnabiy, demikian nama sepupu Abbas Ali itu, diancam akan dihukum mati. Tentu saja kejadian ini membuat shock kedua orang tua Abdunnabiy. Betapa tidak, anak yang tak melakukan dosa apapun itu malah diancam dengan hukuman sangat berat. Ayah Abdunnabiy yang terlihat putus asa dengan keputusan itu lalu bicara kepada Abbas Ali.
"Tak perlu kita berputus asa, tak ada gunanya selain hanya memberi jalan buat syetan. Bukankah seluruh persoalan hari ini ada dalam genggaman tangan Allah Subhanu wataala? Kenapa harus putus asa? Malam ini adalah malam Jum'at, sebaiknya kita semua berdoa agar ditunjukan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah," jelas Abbas Ali. Kedua orang tua Abdunnabiy tersebut diam terpaku.
Pada malam harinya selepas shalat Isya, mereka (kedua orang tua menyerahkan segala permasalahan kepada keputusan Allah semata. Diantara doanya itu mereka membaca ayat yang berbunyi "atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan..." (Q.S 27:62).
Pada akhir malam ketiga orang itu secara bersamaan mencium bau wangian luar biasa. Sesaat kemudian diikuti dengan munculnya sebentuk bayangan yang indah sekali. Ketiga orang itu terus khusyuk berdoa. Sementara dalam suasana yang indah dan terus-menerus tercium wangi itu terdengar ada suara tanpa terlihat wujudnya. "Allah Yang Maha Tinggi telah mengabulkan doa kalian dan akan menyelamatkan anakmu. Dia akan kembali kepadamu esok hari," begitulah suara tanpa kelihatan wujudnya tersebut. Abbas Ali mengamini kepada suara itu. Rupanya beliau mengetahui siapa gerangan suara itu. Sementara kedua orang tua Abdunnabiy karena kaget dan kelewat senang, saat itu juga langsung pingsan sehingga tidak bisa meneruskan kembali doanya. Abbas Ali menghentikan doanya dan menolong kedua saudaranya tersebut.
Keesokan harinya kedua orang tua Abdunnabiy dengan perasaan lebih tenang, menengok ke panjara tempat anaknya mendekam. Selepas menengok anaknya, kedua orang Abdunnabiy itu bertemu dengan para penegak hukum yang akan memutuskan hukuman mati buat anaknya. Dari mulut mereka yang agung di mata manusia itu (mudah-mudahan mereka juga mulia di sisi Allah SWT), kedua orang tua Abdunnabiy mendapat keterangan bahwa hukuman untuk anak muda itu ditangguhkan dan akan ditinjau kembali karena ada kejanggalan. Sementara Abdunnabiy sendiri akan dilepaskan setelah dzuhur.
Mendengar keputusan yang teramat sangat mengejutkan itu, kedua orang tua Abdunnabiy hanya berlinang air mata dan langsung sujud syukur. Mereka demikian bahagia karena doanya telah dikabulkan. Allah Yang Maha segalanya memang telah menentukan keputusan yang terbaik, sekalipun hal itu mustahil terjadi bagi pikiran manusia.
Minggu, Februari 01, 2009
Ikut lomba di kapanlagi.com yuk
Hkhhkhkh, jadi rame deh blog aku, penuh warna warni. Kalo diliat dari jauh persis toko swalayan. Tapi ga salah kan masang macem-macem iklan, daripada blognya sepi kaya kuburan mending diisi ama yg bermanfaat. Yah, kale aja ada kemujuran ....
Oh yah, ada satu program menarik ditawarkan oleh kapanlagi.com yg sebelumnya telah sukses ngadain lomba bertajuk KapanLagi.com's Friends (Our Friends). Nah, ternyata doi ngadain lagi tuh lomba sejenis. Namanya juga usaha, bro... kale aja ada kemujuran....
Neh, kalo ga percaya baca beritanya : "Suksesnya program ini melahirkan program yang kedua. Hadiahnya kami ganti dari Rp. 50 juta menjadi US$5.000 untuk sepuluh pemenang. Yang dimulai 1 Januari 2009 dan akan berakhir 30 Juni 2009. Persyaratan dan keterangan lebih lanjut dapat dilihat di halaman ini: http://ourfriend.kapanlagi.com/ Jika ada pertanyaan, jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami melalui form kontak yang ada di homepage kami". Well, so ... tunggu apa lage... ayo ikut lomba... sekali lage... siapa tahu ada kemujuran...hehehehehehe....







