Social Icons

Pasukan Diklat Teknis Peradilan

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif 2014.

Diklat Training Officer Course (TOC)

Suasana Kelas Usai Belajar Diklat Training Officer Course (TOC)yang diikuti Pejabat dan Staf Pusdiklat Teknis Peradilan 2013

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta dalam rangka Obeservasi Lapangan dalam kegiatan Diklat Training Officer Course (TOC)

Lokakarya E-Learning

Suasana Kelas dalam Lokakarya E-Learning

Diklat PHI dan Perikanan

Diklat PHI dan Perikanan

Serius

Kabid. Program dan Evaluasi dampingi Kapusdiklat Teknis Peradilan

Kegiatan Diklat Teknis Fungsional

Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif

Foto Bersama

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Diklat Terorisme

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Rapat Penyusunan Kurikulum dan Silabus

Sambutan Kapusdiklat Teknis Peradilan

Jumat, Februari 27, 2009

Kontes Kentut (Buang Angin)

Soal lomba akhir-akhirnya ini kian marak di berbagai even. Misalnya lomba SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 yang bikin heboh para blogger. Trus ada juga lomba Internet Sehat, dan juga Anda bisa ikutan mengirim artikel seputar blogging yang diadain di http://www.hakimtea.com yg katanya sih tuk merayakan 1 taon situs hakimtea.com. Hadiahnya, weleh...coba aja Anda mampir disana. Nah, sehubungan dengan adanya berbagai lomba ada baiknya Anda tengok sejenak lomba buang angin alias kentut yang paling spetakuler di jagad raya. Percaya nggak? makanya liat dulu baru komentar...

Kamis, Februari 26, 2009

Ikutan Lomba SEO Kampanye Damai Pemilu 2009

Setelah gong lomba SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2008 di ditabuhkan, maka Anda yang kebetulan walkblogging jangan terkajui liat weblog penuh dengan kata-kata Kampenya Damai Pemilu 2009. Para blogger Indonesia, baik yang udah mumpuni elmu ngeblognya atau mereka yang baru berkecimpung di dunia ngeblog (yah, seperti aku ini) jadi latah ikut meramaikan suasana lomba - yang tentu saja juga karena tergiur hadiah yang ditawarkan oleh panitia yakni uang sebesar Rp.5 jt. (amboi, ...apa susahnya cuma lomba nulis kata Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 trus dapat uang?...he, siapa yang ngga mau ngiler).. Tapi, ternyata ga semudah itu, bro...soalnya mesin SEO (search engine optimalitation) ini bekerja secara otomatis alias ga bisa dimanipulasi atau diboongin. Mesin SEO ini akan mencari dan memunculkan sejumlah kata-kata Kampenye, Damai, Pemilu 2009, dst...disertai dengan alamat situsnya. Siapa yang paling di atas dialah pemenangnya. Ini mesin SEO benar-benar ga bisa diajak kompromi. Kalo aja mas SEO bisa diajak nego, hm.... ga tau deh ceritanya. Aku sendiri ga paham cara kerja mas SEO ini. Tapi yang jelas, dengan ikutnya lomba Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, bagi aku merupakan pengalaman yang cukup menarik dan aneh. Yah, aneh lah karena aku masih mencari tahu cara kerja mas SEO ini. Hah, berharap sih boleh-boleh aja kan?.... namanya juga usaha... Oke deh, selamat berjuang dan tetap semangat... Tarik mang.....

Minggu, Februari 22, 2009

Hati-Hati Dengan Kencing Tikus

Jangan anggap sepele judul di atas. Apa Anda kira itu suatu banyolan? Eit,… ini serius. Sebab, sebagaimana diwartakan oleh www.poskota.co/Indonesia Media, gara-gara kencing tikus seorang nenek dikabarkan meninggal dunia. Tumijah, demikian nama nenek berusia 78 tahun ini menghembuskan nafas terakhirnya ketika menjalani perawatan di RS Tarakan, Jakarta Pusat (Jakpus).
Kabid Perawatan RS Tarakan, Zuraidah menjelaskan Tumijah wafat, Jumat (6/2) pukul 04.00 dinihari setelah dirawat selama enam hari. Korban warga Jl. Kalimati RT 12 RW 02 Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat. "Saat masuk kondisinya sudah kritis," ujarnya, Jumat (6/2).
Sebelumnya, Didin, 55, warga Jalan Sawo IV RT 09 RW 02 Cibodas, Jatiuwung, Tangerang juga meninggal dunia saat dirawat di RS Tarakan. Sehingga korban meninggal akibat penyakit ini jadi dua orang. "Satu pasien bernama Marhamah, 59, warga Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat, saat ini masih dirawat dan kondisinya telah membaik," kata Zuraidah.
Penyakit ini akibat bakteri dari kencing tikus atau anjing yang dibawa banjir. Penderita gejala umumnya diantaranya demam tinggi, nyeri sendi. Kalau sudah parah busa menyerang otak sehingga penderita kehilangan kesadaran, menyerang jantung dan ginjal. Dalam dunia kedokteran penyakit ini lazim disebut Leptospirosis

Sabtu, Februari 21, 2009

Lagi Ditemukan Batu Ajaib…

Batu Ajaib Ponari
Kini Anda tak perlu lagi antri untuk berobat kepada Ponari atau Dewi, 
Yah,…sebab kini muncul lagi seorang ibu rumah tangga yang memiliki kekuatan supranatural, dia adalah Siti Nur Rohmah (35) yang tinggal di Perumahan Tambakasri Blok I/13, Kota Jombang. 
Dan tentu saja “jimat” yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit, juga serupa dengan yang dimiliki oleh Ponari dan Dewi. Hanya saja batu yang dimiliki Rohmah ini bernama Ki Renggo.  
Menurut penuturan Ibu yang gemar berpuasa Senin- Kamis ini, batu itu ditemukan di depan selokan Al Asna saat mengantar anaknya ke sekolah itu sekitar pukul 07.30 WIB. 

Jumat, Februari 20, 2009

Ponari, Mistik dan Internet Sehat

Judul di atas koq terdengar ngga nyambung yah?... Kalo ngga nyambung yuk kita sambung (Jaka Sembung makan bambu rebung, kalo ngga nyambung yah disambung…)

Mungkin Anda sudah mendengar di radio, membaca di koran-koran, atau melihat aksi bocah kecil di televisi. Kehebatan bocah ajaib yang bernama lengkap Muhammad Ponari ini terbilang fenomenal. Bayangkan, keluarga miskin yang hidup di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang tiba-tiba saja pamornya meroket bak meteor Garden. Lebih fenomenal dari goyang ngebornya Inul. Ponari, bocah yang baru duduk di kelas III SDN Balongsari ini diyakini memilki kekuatan super dapat mengobati berbagai macam penyakit. Itulah sebabnya banyak para pasien berduyun-duyun mendatangi rumahnya untuk berobat. Kesaktian Ponari menyembuhkan penyakit telah mengundang perhatian sekaligus menjadi harapan kesembuhan bagi pasien hingga dari luar pulau Jawa. Bahkan aktivis sekaligus Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi, rela berkunjung menemui Ponari sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan yang minimpa pada diri bocah ajaib itu.

Mistik

Kemampuan Ponari untuk menyembuhkan penyakit rupanya bukan isapan jempol. Bocah pendiam ini memiliki kekuatan tenaga dalam yang besar. Menurut peneliti kesehatan tradisional Prof Dr dr Hariyadi Soeprapto, pada diri Ponari dirasakan adanya kekuatan menyelimuti bocah itu. “Anak ini punya power, tapi kekuatan dari dirinya sendiri hanya kecil. Kekuatan yang besar adalah kekuatan yang masuk dalam dirinya,” ujar Hariyadi setelah mendeteksi "kekuatan" Ponari melalui foto pada Kamis. Untuk mendeteksi kekuatan Ponari, Prof Hariyadi yang dikenal punya daya linuwih ini menggunakan media cincin dan benang yang ia jadikan sebagai pendulum.

Lebih lanjut, perintis Museum Kesehatan Surabaya (yang berada di bawah naungan Departemen Kesehatan) ini mengatakan bahwa kekuatan penyembuhan Ponari adalah pada kekuatan tenaga dalam tiban dan bukan kekuatan elektrik yang dihasilkan oleh petir.

“Kekuatan itu sebenarnya sudah lama masuk dalam diri Ponari, tapi mungkin ada tambahan kekuatan. Jika disebut-sebut karena terkena petir, bisa saja energi dari petir itu hanya sebagai tambahan,” kata Hariyadi.

Namun, sebagai tenaga dalam tiban, kekuatan pada diri Ponari saat ini bisa saja sewaktu-waktu keluar. “Dia (Ponari) sebenarnya juga tidak sadar akan adanya kekuatan itu dalam dirinya. Kalau kekuatan itu keluar, ya dia tidak punya kekuatan apa-apa lagi,” kata Prof Hariyadi.

Yang mengkhawatirkan, menurut Hariyadi, kekuatan besar pada diri Ponari sebenarnya adalah kekuatan negatif. “Kekuatan yang keras dan kasar bisa saja digunakan untuk santet,” tutur Hariyadi.

Namun, untungnya, kekuatan tersebut selama ini digunakan untuk keperluan penyembuhan penyakit. “Kasihan sebenarnya dia (Ponari). Suatu saat dia bisa dikendalikan oleh kekuatan itu,” papar pria yang memperoleh gelar profesor sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) karena penelitiannya selama di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Bagi Hariyadi, fenomena pengobatan yang dilakukan Ponari tidak bisa hanya dianalisis dari sisi ilmiah. Semua orang seharusnya lebih bijaksana menghadapi fenomena Ponari ini, termasuk di dalamnya kemungkinan adanya kekuatan gaib pada diri Ponari yang tidak bisa dijelaskan dengan akal.

“Ini bukan sekadar ilmu logika. Harus diakui bahwa masyarakat yang berduyun-duyun ke praktik Ponari melihat hal ini dari sisi kegunaan, dari sisi aksiologinya saja. Mereka tak butuh penjelasan ilmiah, mereka hanya ingin sembuh,” ujar Hariyadi.

Batu Bertuah

Ditilik dari batu yang digunakan Ponari untuk menyembuhakan penyakit, ada beberapa kemungkinan. “Dari bahan batunya, bisa saja dia memiliki kandungan kimia yang bermanfaat, misalnya kalium atau mineral. Namun, ini harus diteliti dulu,” ujar Hariyadi yang getol meneliti pengobatan alternatif ini.

Jika batunya memang memiliki kandungan demikian, masyarakat yang punya keluhan penyakit karena kekurangan mineral, misalnya, tentu bisa terbantu.

Kemungkinan lain, batu yang digunakan untuk pengobatan memiliki kandungan radiasi, misalnya uranium. Ada beberapa radiasi yang sifatnya menyembuhkan.

Namun, kata dia, bisa jadi juga ada kekuatan magis pada batu itu. Ini disebut radiesthesia atau radioestesia - suatu kekuatan parapsikologis untuk mendeteksi "radiasi" atau aura dalam badan manusia. “Untuk mengetahui kekuatan itu hanya bisa melalui rasa,” ujar Hariyadi.

Tersiar kabar yang beredar menyebutkan, bahwa batu milik Ponari dihuni makhluk gaib bernama Rono. Hal yang sama juga dialami oleh seorang bocah perempuan yang bernama Dewi Setiawati, yang entah kebetulan masih tetangga desa Ponari, yaitu di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Batu milik Dewi ini dihuni makhluk gaib perempuan bernama Rani, dan keduanya bersaudara. Baik Ponari maupun Dewi memiliki kemampuan yang sama yaitu dapat menyembuhkan penyakit.

Internet Sehat

Lha, koq larinya ke Internet Sehat?... oh, tentu ada korelasinya. Begini lho… waktu aku nonton di televisi terlihat dengan jelas bagaimana reaksi pasien-pasien ketika mengetahui praktek Ponari dihentikan. Mereka (pasien-pasien ini) rupanya terlanjur percaya tentang kesaktian Ponari. Dan mempercayai air yang berasal dari rumah Ponari juga mengandung tuah dapat mengobati penyakit. Air kumuh dan kotor yang keluar dari rumah Ponari itu diambil oleh masyarakat, lalu diusap-usapkan pada tubuh pasien. Bahkan ada juga yang meminumnya. Parahnya lagi, setelah air kotor tersebut habis, merekapun mengais lumpur yang berada di parit dekat rumah Ponari, lalu membasuhkan ke tubuh-tubuh pasien.

Sangat ironis…. bagaimana mungkin air kotor dapat menyembuhkan penyakit?

"Saya melihat ini sebagai bentuk tidak rasional. Di mana keampuhan batu petir itu belum bisa dibuktikan secara medis," kata anggota Majelis Himpunan Psikolog Indonesia DKI Jakarta, Lukman Saroso Sriamin.

Memperhatikan kondisi masyarakat yang demikian, lantas siapa yang bertanggung jawab? Pemda setempatkah? Atau Pemerintah Pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan?

Prilaku masyarakat yang irasional tersebut bisa jadi lantaran biaya pengobatan rumah sakit dan pelayanan dokter kurang maksimal sehingga membuat masyarakat emoh untuk berobat, dan mereka lebih suka memilih alternatif pengobatan yang lebih murah costnya.

Menurutku, kita pun ikut bertanggung jawab. Setidaknya, dengan adanya Internet Sehat sudah sepantasnya Anda-Anda yang memiliki kemampuan baik dari segi disiplin ilmu maupun materi ikut peduli, memberikan penerangan kepada masyarakat melalui pendekatan-pendekatan yang elegan dan simpatik. Masyarakat perlu tahu tentang hidup sehat yang rasional, bukan hidup sehat yang irasional dimana klenik dan mistik masih dominan sebagai “rumah sakit” favorit.

Kamis, Februari 19, 2009

Dapatkah Jin Kawin dengan Manusia?

Tidak mudah menjawab pertanyaan di atas, karena dipastikan akan ada orang yang membantah dan juga ada yang tidak mengerti maksudnya. Namun, Muhammad Abduh Mughawiri dalam bukunya Perkawinan Jin dan Manusia Menurut Islam, menyatakan, mungkin sekali jin menikah dengan manusia, baik jin laki-laki maupun jin perempuan. 
Perkawinan tersebut, katanya, sama dengan perkawinan manusia, yakni laki-laki menyetubuhi perempuan. Oke, kalo itu emang bisa, lantas pertanyaan selanjutnya adalah : bagaimana proses perkawinan tersebut, karena jin dan manusia diciptakan dengan unsur yang berbeda. Jin dari api, sedangkan manusia dari tanah. 
Mughawiri, dengan mengutip pendapat imam Ibnu Hajar Al-Asqalany dalam kitab Fathul Bary, mengatakan, asal Bani Adam memang dari tanah. Tapi Bani Adam tidak diciptakan dari tanah yang sesungguhnya. Begitu pula jin, tidak diciptakan dari api yang sesungguhnya. Selain itu, diantara kedua makhluk berlainan jenis ini ada unsur kesamaan dalam penciptaan, yaitu ada air. Seperti diketahui, air adalah unsur penciptaan segala sesuatu di dunia ini. Karena itu, perkawinan jin dan manusia tidak mustahil terjadi, karena asal muasal pencipataan segala sesuatu adalah air. 

 

Komentar Tamu

Mengenai Saya

Foto saya
Tinggi di sebuah kota kecil, depok jawa barat, kalo mo kerumah koe dan nggak ketemu tanya aja ama tukang pos, dijamin Anda akan tersesat lebih jauh. Nah, mendingan kontak aja di viruscinta18@gmail.com. Mudah bukan,...Tetap semangat dan berkreatifivitas....Salam.

Link Penting

Sample Text