Social Icons

Pasukan Diklat Teknis Peradilan

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif 2014.

Diklat Training Officer Course (TOC)

Suasana Kelas Usai Belajar Diklat Training Officer Course (TOC)yang diikuti Pejabat dan Staf Pusdiklat Teknis Peradilan 2013

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta dalam rangka Obeservasi Lapangan dalam kegiatan Diklat Training Officer Course (TOC)

Lokakarya E-Learning

Suasana Kelas dalam Lokakarya E-Learning

Diklat PHI dan Perikanan

Diklat PHI dan Perikanan

Serius

Kabid. Program dan Evaluasi dampingi Kapusdiklat Teknis Peradilan

Kegiatan Diklat Teknis Fungsional

Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif

Foto Bersama

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Diklat Terorisme

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Rapat Penyusunan Kurikulum dan Silabus

Sambutan Kapusdiklat Teknis Peradilan

Minggu, April 05, 2009

Runtuhnya Rezim Saddam Husein : Sebuah Komedi Ilahi?

clip_image002[4]Mungkin sebagian dari kita masih menyisakan ingatan tentang peristiwa penggempuran yang dilakukan oleh Ameriksa Serikat bersama sekutunya memborbadir kota Baghdad. Mungkin pula sebagian dari kita yang muslim terpacu emosi solidaritas ukhuwah melihat penderitaan yang dialami penduduk kota Baghdad. Kita memang tidak bisa menutup mata terhadap penderitaan rakyat Irak, yang nota bene jelas-jelas tak menghendaki adanya peperangan. Namun pada sisi lain, kita juga tidak mungkin menutup mata atas perlakuan seorang Saddam Husein, Presiden sekaligus diktator yang terkenal ambisius, yang akhir hayatnya berujung di tiang gantungan. Tragis… tetapi juga sangat ironis. Betapa tidak, pada hari Rabu, tanggal 9 April 1980, melalui pengawal yang juga kerabatnya, Saddam memerintahkan untuk menembak mati seorang ulama besar Bagir al-Sadr, tepat di kepalanya.

Bagir al-Sadr adalah salah satu ulama besar abad 20 yang memiliki kharisma dan pengaruh yang cukup besar dan sangat dicintai oleh rakyat Irak. Bagir al-Sadr pernah mengeluarkan fatwa yang melarang mayoritas warga Syiah bergabung dengan Partai Ba’ats. Lantaran fatwa itulah Saddam murka, terlebih lagi Bagir al-Sadr menyerukan umat Islam agar mendukung Revolusi Islam Iran yang pada waktu itu dipimpin oleh Khomeini.

Kebencian rezim Ba'ats atas Bagir al-Sadr tidak lunas dengan kematiannya. Saddam meminta sejumlah pimpinan partai untuk menghapus seluruh jejak ulama besar abad 20 ini. Hingga pada saat Kru televisi Al­-Manar milik Hizbullah yang 4 tahun silam membuat film dokumenter tentang al-Sadr sampai tak bisa mengenali kuburannya. Mereka juga kaget melihat ru­mah keluarganya yang rata dengan tanah.

Persis hari Rabu 9 April 23 tahun setelah syahidnya Bagir al-Sadr, tentara AS merebut Baghdad dan merengsek istana Saddam. Patung Saddam yang semula berdiri gagah pun runtuh dan diinjak-injak ribuan orang. Masyarakat Syiah Irak percaya bahwa kesamaan hari dan tanggal eksekusi Bagir al-Sadr dan kejatuhan Saddam itu sebagai cemoohan takdir. Bahkan ada yang menganggap sebagai pembalasan langit. Inilah yang barangkali layak disebut sebagai komedi Ilahi.

Senin, Maret 23, 2009

Sepi di Hari Nyepi

Holaaa sodara-sodara…apa kabar? Semoga selalu sehat dan tetap semangat. Oh ya, hari Kamis tanggal 26 April 2009 ternyata berwarna merah. Itu artinya libur, bro… Libur? Wah asyik neh kita bisa ngenet sepanjang hari dong. Eit, tunggu dulu…liburan nasional itu rupanya hari Nyepi. Tau kan hari Nyepi? Itu loh hari keagamaan bagi umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia) dan Buwana Agung (alam semesta).

Ritual Nyepi

Ada baiknya kita perlu tau juga bro prosesi Nyepi yang dilakukan oleh umat Hindu. Nah bagi Anda yang belum tahu neh ada catatan sedikit, yuk kita baca sama-sama...

Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "panglong ping 14 sasih kesanga", umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Tahap terakhir adalah melasti, yaitu menghanyutkan segala leteh (kotoran) ke laut, serta menyucikan pretima. Upacara ini dilakukan di laut, karena laut dianggap sebagai sumber amerta. Selambat-lambatnya pada tilem sore, melasti harus selesai.

Nyepi

Keesokan harinya, yaitu pada panglong ping 15 (atau tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini dilakukan puasa Nyepi yang disebut "Catur Brata" Penyepian dan terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Brata ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit. Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan 'matekep guwungan' (ditutup sangkar ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit). Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun baru pun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni.

Ngembak Geni (Ngembak Api)

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tanggal "ping pisan (1) sasih kedasa (X)". Pada hari inilah Tahun Baru Saka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain. Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Çaka berakhir pada "panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X)", dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).

Demikianlah kronologis ritual Ngepi. Nah, kalo kita cermati makna Nyepi itu ternyata mengandung ajaran kepada kita untuk menghargai dan memberi penghormatan kepada alam ini. Penghargaan maupun penghormatan itu bisa dalam bentuk menjaga dan memelihara lingkungan alam. Jangan dieksploitasi alam secara membabi buta, bro…hutan digundulin, kandungan bumi disedot, air laut dicemarkan limbah dan lain sebagainya. Dengan Nyepi kita diingatkan untuk menjaga keseimbangan alam. Setidaknya, ada semacam stagnasi tidak melakukan aktivitas apapun. Umat Hindu telah melakukan hal itu, seperti tidak bepergian (amati lelungan), tidak bekerja (amati karya), tidak menikmati hiburan dan kesenangan (amati lelanguan), tidak menyalakan api (amati geni). Pendek kata, kita mesti istirahat total, gitu lho…(termasuk nggak ngenet kale yah…) Mengapa kita perlu istirahat total? Mau tau jawabannya?....tunggu aja episode berikutnya yah… Okay, bro… selamat menjalankan ibadah Nyepi bagi teman-teman yang merayakannya. Sukses dan tetap semangat selalu…

Senin, Maret 09, 2009

Karomah Sembilan Sahabat Nabi

Seorang Nabi atau Rasul wajar apabila diberi kelebihan oleh Allah dengan berbagai macam mukjizat. Tetapi lain halnya dengan para pengikutnya, misalnya saja para sahabat Nabi Muhammad SAW, diberi kelebihan oleh Allah berupa karomah. 
Mau tau siapa para sahabat Nabi yang memiliki karomah itu? Ikuti terus teks di bawah ini : 
1. Karomah Abu Bakr As-Siddiq Fakhrur Razi,
Tatkala menafsirkan Surat AI¬Kahfi banyak menceritakan tentang karomah para sahabat Nabi termasuk di dalamnya karomah Abu Bakr As-Siddiq
Diceritakan bahwa saat mayat Abu Bakr dibawa dan mendekati pintu makam Rasulullah, para pengusung mengucapkan salam, "Assalammu'alaika ya Rasulullah, ini Abu Bakr sedang di luar pintu". Tanpa diduga pintu makam langsung terbuka dan terdengar suara, "Masuklah orang yang dicintai kepada orang yang mencintainya" 
Menurut Imam Taj Al-Subki, Abu Bakr memiliki 2 macam keramat. Pertama, mengetahui penyakit yang dialaminya membawa kematian dan mengetahui bayi yang ada didalam kandungan isterinya adalah bayi perempuan.  

Rabu, Februari 11, 2009

DOA MENGHALANGI HUKUMAN MATI

clip_image002

Dalam perjalanan sejarah orang­-orang shalih telah terbukti banyak sekali yang memiliki karomah. Demikian pula kejadian-kejadian yang tidak masuk pikiran normal manusia kebanyakan, menjadi hal biasa bagi mereka. Boleh jadi sebagian dari pintu gaib telah sengaja dibuka buat mereka. Salah seorang shalih yang dikenal memiliki karomah adalah Abbas Ali yang lebih dikenal dengan julukan Al­ hajj al-mukmin.

Pada suatu hari mata-mata negara telah melakukan salah tangkap terhadap salah seorang sepupu Abbas Ali. Tidak tanggung-tanggung Abdunnabiy, demikian nama sepupu Abbas Ali itu, diancam akan dihukum mati. Tentu saja kejadian ini membuat shock kedua orang tua Abdunnabiy. Betapa tidak, anak yang tak melakukan dosa apapun itu malah diancam dengan hukuman sangat berat. Ayah Abdunnabiy yang terlihat putus asa dengan keputusan itu lalu bicara kepada Abbas Ali.

"Aku tak tahu harus bagaimana menghadapi kejadian ini. Anak semata wayang itu menerima hukuman demikian berat padahal tidak melakukan kesalahan apa­apa," keluh ayah Abdunnabiy dengan wajah ditekuk. Melihat kondisi saudaranya seperti itu, Abbas Ali tersenyum seraya memegang pundak saudaranya.

"Tak perlu kita berputus asa, tak ada gunanya selain hanya memberi jalan buat syetan. Bukankah seluruh persoalan hari ini ada dalam genggaman tangan Allah Subhanu wataala? Kenapa harus putus asa? Malam ini adalah malam Jum'at, sebaiknya kita semua berdoa agar ditunjukan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah," jelas Abbas Ali. Kedua orang tua Abdunnabiy tersebut diam terpaku.

Pada malam harinya selepas shalat Isya, mereka (kedua orang tua menyerahkan segala permasalahan kepada keputusan Allah semata. Diantara doanya itu mereka membaca ayat yang berbunyi "atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan..." (Q.S 27:62).

Pada akhir malam ketiga orang itu secara bersamaan mencium bau wangian luar biasa. Sesaat kemudian diikuti dengan munculnya sebentuk bayangan yang indah sekali. Ketiga orang itu terus khusyuk berdoa. Sementara dalam suasana yang indah dan terus-menerus tercium wangi itu terdengar ada suara tanpa terlihat wujudnya. "Allah Yang Maha Tinggi telah mengabulkan doa kalian dan akan menyelamatkan anakmu. Dia akan kembali kepadamu esok hari," begitulah suara tanpa kelihatan wujudnya tersebut. Abbas Ali mengamini kepada suara itu. Rupanya beliau mengetahui siapa gerangan suara itu. Sementara kedua orang tua Abdunnabiy karena kaget dan kelewat senang, saat itu juga langsung pingsan sehingga tidak bisa meneruskan kembali doanya. Abbas Ali menghentikan doanya dan menolong kedua saudaranya tersebut.

Keesokan harinya kedua orang tua Abdunnabiy dengan perasaan lebih tenang, menengok ke panjara tempat anaknya mendekam. Selepas menengok anaknya, kedua orang Abdunnabiy itu bertemu dengan para penegak hukum yang akan memutuskan hukuman mati buat anaknya. Dari mulut mereka yang agung di mata manusia itu (mudah-mudahan mereka juga mulia di sisi Allah SWT), kedua orang tua Abdunnabiy mendapat keterangan bahwa hukuman untuk anak muda itu ditangguhkan dan akan ditinjau kembali karena ada kejanggalan. Sementara Abdunnabiy sendiri akan dilepaskan setelah dzuhur.

Mendengar keputusan yang teramat sangat mengejutkan itu, kedua orang tua Abdunnabiy hanya berlinang air mata dan langsung sujud syukur. Mereka demikian bahagia karena doanya telah dikabulkan. Allah Yang Maha segalanya memang telah menentukan keputusan yang terbaik, sekalipun hal itu mustahil terjadi bagi pikiran manusia.

 

Komentar Tamu

Mengenai Saya

Foto saya
Tinggi di sebuah kota kecil, depok jawa barat, kalo mo kerumah koe dan nggak ketemu tanya aja ama tukang pos, dijamin Anda akan tersesat lebih jauh. Nah, mendingan kontak aja di viruscinta18@gmail.com. Mudah bukan,...Tetap semangat dan berkreatifivitas....Salam.

Link Penting

Sample Text