Social Icons

Pasukan Diklat Teknis Peradilan

Minggu, Maret 06, 2011

BB King : Legenda yang Hidup


BB King semula adalah pemusik blues yang hingga awal tahun 1960-an hanya dikenal terbatas dikalangan warga kulit hitam. Yang berjasa memperkenalkan BB King pada audiens anak-anak muda kulit putih dan audiens di dunia luar yang lebih luas, menariknya, adalah grup legendaris rock and roll asal Inggris, The Rolling Stones. Memang para personel The Rolling Stones, terutama Mick Jagger dan Keith Richard, adalah pencinta musik blues Amerika. Pada tahun 1969, The Rolling Stones meminta idolanya BB King untuk membuka 18 konser mereka di berbagai tempat di Amerika Serikat.

Riley B King atau BB King dilahirkan 16 September 1925 di Itta Bena, Mississippi, dekat kawasan Indianola. Masa belianya dimulai dengan mengamen. Terkadang dalam semalam, ia bermain di beberapa tempat. Pada 1974, BB menumpang hidup di Memphis demi mengejar karier musiknya. Memphis merupakan wilayah berpengaruh bagi komunitas pemusik Selatan, yang mendukung penemuan karya musik terluas dari segala gaya Afrika Amerika.

Di sana BB (Blues Boy) menetap dengan tantenya, Bukka White, salah seorang pemain blues kenamaan saat itu. Bukka White membantu menyekolahkan BB dalam seni musik blues. Lagu andalan awal BB adalah “Three O’Clock Blues” yang kemudian melambungkan namanya. Sebagai gitaris blues, BB kemudian berhasil mengembangkan gaya tersendiri.

Ia terinspirasi Blind Lemon Jefferson, T-Bone Walker dan sejumlah gitaris tenar lain. Semua itu digabungkannya dengan akurasi lekuk gaya vokalnya yang rumit, dan teknik vibrato pada tangan kirinya. Model permainannya itu mampu mempengaruhi ribuan gitaris penerus, dari Eric Clapton dan George Harrison hingga Jeff Beck. BB berhasil menggabungkan corak musik tradisional blues, jazz, swing, pop mainstream yang menjadi titik tolak ke arah sound yang unik.

BB King, dengan gitarnya yang dinamainya Lucille, dalam tur Eropa terakhirnya, telah mengucapkan salam perpisahan dengan emosional kepada para penggemarnya di “Montreux Jazz Festival 2006” tahun lalu. Gitaris bergelar King of Blues itu telah ikut festival jazz internasional tersebut dalam lebih dari 20 tahun.

Walau King telah memasuki usia uzur dan menderita diabetes. Ia muncul di atas pentas festival jazz itu bersama artis-artis jazz dari negara tuan rumah pada malam akhir konser mereka di kota tempat berlibur di tepi Danau Geneva, Swiss, tersebut. Para penyanyi Gladys Knight, Barbara Hendrick, Randy Crawford, dan Leela James; gitaris-gitaris John Mclaughlin dan Stanley Clarke; pemain-pemain keyboard Joe Sample dan George Duke; serta peniup saksofon David Sanborn; menyampaikan hormat mereka kepada sang King of Blues. "Mestinya saya menyampaikan salam perpisahan setiap malam," ucap King, yang menyanyi dan bermain gitar sambil duduk, dalam penampilannya selama dua setengah jam hingga dini itu. "Saya akan menangis lagi, periode ini tak ubahnya lapisan gula pada kue saya, tidak mungkin dilepas dengan cara yang lebih baik lagi dari sekarang," tuturnya penuh emosi.
(sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5902338) 

2 komentar:

  1. oke bgt deh bb, bluesboy sejati memang selalu main musik pakai hati en jiwa yg tak pernah mati.

    BalasHapus
  2. ya...contohi la seperti Bb,good luck...

    BalasHapus

Terimakasih atas komentarnya

 

Komentar Tamu

Mengenai Saya

Foto saya
Tinggi di sebuah kota kecil, depok jawa barat, kalo mo kerumah koe dan nggak ketemu tanya aja ama tukang pos, dijamin Anda akan tersesat lebih jauh. Nah, mendingan kontak aja di viruscinta18@gmail.com. Mudah bukan,...Tetap semangat dan berkreatifivitas....Salam.

Link Penting

Sample Text