Social Icons

Pasukan Diklat Teknis Peradilan

Minggu, Maret 06, 2011

Louis Armstrong


Auditorium sudah dipadati oleh penonton. Aura kegembiraan tampak memancar dari tiap orang yang sudah dari tadi menunggu. Saat Band melantunkan intro lagu “Hello Dolly” para penonton bertepuk tangan dan bersorak histeris memenuhi ruang yang dari tadi hanya dipenuhi oleh bunyi gumam penonton yang mirip suara lebah.
Dengan langkah mantap Louis Armstrong berjalan menuju mikrofon dengan tangan kanan memegang terompet dan tangan kiri menggenggam saputangan. Dan saat Louis mulai melantunkan “Hello…Dolly…oh…Hello…Dolly” suara gemuruh penonton semakin menjadi, sehingga nyaris bait pertama yang dinyanyikan Louis tidak terdengar. Suara serak yang menjadi ciri khas Louis menggema memenuhi auditorium. Suara serak ala Louis juga menjadi ilham beberapa musisi jazz tanah air seperti Bill Saragih.
Lagu ini direkam Louis pada Tgl.15 Februari 1964, dan segera menjadi “hits” seantero negeri bahkan berhasil mendesak “The Beatles” beberapa tangga ke bawah. Louis dilahirkan di daerah negro di New Orleans; di kawasan yang dikenal sebagai Storyville, pada tanggal 4 Juli. Louis pertama kali belajar musik pada seorang musisi bernama King Oliver, dan si negro ini belajar dengan sangat cepat, sampai ia kemudian diminta untuk menggantikan posisi Oliver dalam band yang cukup terkenal saat itu “Kid Ory and His Creole Jazz Orchestra.” Lalu pada tahun 1922 Louis bergabung dengan “Tuxedo Jazz Band,” di tahun itu juga Oliver mengundang Louis ke Chicago untuk bermain trumpet bersama di Lincoln Gardens.
Setelah dua tahun di Chicago, King Oliver dan Louis membuat sejarah dalam musik. Di kota angin tersebut Louis merekam solo perdananya “Chimes Blues.” Pada bulan September 1924 Louis bergabung dengan konglomerat musik Henderson. Bersamanya Louis menampilkan kualitas dan gaya permainan solo terompet yang begitu memukau dan tidak pernah didengar oleh para pengamat musik jazz di New York. Pengetahuan dan karya-karya musik yang dipelajari Louis dari Oliver menjadi bekal dan pemicu untuk terus bekerja sama dengan staf aranger Henderson yaitu Don Redman. Louis bergabung dengan Henderson kurang lebih satu tahun sebelum menghembuskan nafas yang terakhir pada tanggal 6 Juli 1971.

3 komentar:

Terimakasih atas komentarnya

 

Komentar Tamu

Mengenai Saya

Foto saya
Tinggi di sebuah kota kecil, depok jawa barat, kalo mo kerumah koe dan nggak ketemu tanya aja ama tukang pos, dijamin Anda akan tersesat lebih jauh. Nah, mendingan kontak aja di viruscinta18@gmail.com. Mudah bukan,...Tetap semangat dan berkreatifivitas....Salam.

Link Penting

Sample Text