Social Icons

Pasukan Diklat Teknis Peradilan

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional

Upacara Pembukaan Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif 2014.

Diklat Training Officer Course (TOC)

Suasana Kelas Usai Belajar Diklat Training Officer Course (TOC)yang diikuti Pejabat dan Staf Pusdiklat Teknis Peradilan 2013

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta

Kunjungan ke Pusdiklat BPK Jakarta dalam rangka Obeservasi Lapangan dalam kegiatan Diklat Training Officer Course (TOC)

Lokakarya E-Learning

Suasana Kelas dalam Lokakarya E-Learning

Diklat PHI dan Perikanan

Diklat PHI dan Perikanan

Serius

Kabid. Program dan Evaluasi dampingi Kapusdiklat Teknis Peradilan

Kegiatan Diklat Teknis Fungsional

Diklat Teknis Fungsional Perkara Pemilu Legislatif

Foto Bersama

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Diklat Terorisme

Foto Bersama Pimpinan Balitbang Diklat Kumdil M.A.R.I

Rapat Penyusunan Kurikulum dan Silabus

Sambutan Kapusdiklat Teknis Peradilan

Kamis, Maret 26, 2009

Award Berantai dari Sahabat

Akhirnya …..aku benar-benar kena virus cinta deh. Virus dalam bentuk award yang dikirim oleh seorang sahabatku Oedil, bukanlah virus yang mematikan lho, sebaliknya ia merupakan bakteri yang mampu memulihkan rasa penat menjadi bergairah. Juga bisa menjadi obat penghilang rasa bosan. Ngga tau dari mana asal muasal virus cinta ini, yang pasti cara seperti ini tampaknya mulai mewabah hampir sebagian blogger Indonesia, entah itu sebagai keisengan belaka atau tuk sekedar menjalin tali persaudaraan. Namun yang pasti cara menyematkan award ini terbilang unik dan apik. Unik karena bagi yang mendapatkan award seorang blogger diwajibkan menyelesaikan PR-nya. Sedangkan apiknya ialah setelah ia menyelesaikan PR-nya kita bisa menyematkan award tersebut kepada sahabat blogger lainnya.

Aduh, repot juga yah…tapi demi kemakmuran dan majunya keluarga besar Blogger Indonesia kayaknya aku nggak bisa bilang “sibuk” ataupun mengelak dengan alasan klasik “nggak ada waktu.”

Nah, adapun PR yang mesti diselesaikan antara lain :

Pertama, buatlah daftar 10 hal dan kebiasaan (buruk) yang tidak disukai, namun apabila merasa terdapat lebih dari 10 hal/kebiasaan buruk yang tidak disukai maka silahkan ditulis semuanya. Kedua sebutkan juga alasan mengapa Anda tidak menyukai hal-hal/kebiasaan-kebiasaan (buruk) tersebut. Dan yang ketiga, setelah selesai membuat daftar dan penjelasan seperti yang tertera pada poin 1 & 2, maka silahkan men-tag 10 blogger lainnya.

Oke, bro…langsung dijawab yah…

1. Bangun kesiangan (kebiasaan buruk aku neh, selalu bangun setelah matahari nongol). Kata orangtua, kalo bangun kesiangan rejekinya dipatok ayam;

2. Buang angin (kentut) di sembarang tempat.

Wah, ngga tau sopan sopian, bro… emang sih ngga ada Undang-Undang yang melarangnya. Tapi, siapa sih yang tahan ‘aroma’wanginya’….

3. Sok tau, ada pepatah mengatakan ‘tong kosong bunyinya nyaring’. Artinya, udah tau oon tapi sok goblok kan repot,… tau dirilah kalo kita lum ngerti jangan belaga pinter.

4. Menjilat. Kebiasaan binatang ‘guk-guk’ ini rupanya ditiru juga loh oleh manusia. Makanya disebut Penjilat, dan kalo bisa si penjlat di karantina aja deh… bahaya laten, bro…

5. Mulut Ember, maksudnya orang ini suka banget ngedongeng. Bicaranya asal ngejeplak ngga jelas sumber informasinya, bro…

6. Meludah di tempat umum, ini kebiasaan jelek, cheer… disamping nggak sopan, juga berpotensi dapat menyebarkan penyakit….

7. Cepat tersungging eh, tersinggung…(hehehe bagian dari sisi sifat aku yang jeyek, bro…) nggak bagus juga sih cepet tersinggung. Kebiasaan buruk ini bisa menghambat pertemanan lho, soalnya susah bedain mana yang serius dan banyolan. Wah, mesti ati-ati jaga perasaan

8. Muka tembok, kata pak Ustad malu itu sebagian dari iman, tapi kalo ngga punya malu, bisa jadi kamu ngga punya iman...

9. Mengkonsumsi narkoba. Awas jangan sekali-sekali anda berniat untuk mencoba-coba barang haram ini, bro…wah, bisa nyusahin semua pihak, orang tua, keluarga, Negara …pokoknya susah dunia akherat deh..

10. Yang terakhir apa yah…hm, melamun jorok kale yah…soalnya tipe ngelamun satu ini lebih banyak negatifnya daripada positifnya…

Ah, udah yah...kayaknya dah cukup.

Oke, bro….untuk memenuhi syarat terakhir maka aku akan menyematkan award ini kepada ……(ambil kotak undian duyu…),….inilah yang beruntung :

1.http://angin-berbisik.blogspot.com/

2.http://tyasmelani.blogspot.com/

3.http://pengetahuan-itu-penting.blogspot.com/

4.http://www.e-je.blogspot.com/

5.http://de-kill.blogspot.com/

6.http://nana-podungge.blogspot.com/

7.http://mayaozk.blogspot.com/

8.http://black-community.do.am/

9.http://www.sarahsmart.co.cc/

10.http://ifoell.blogspot.com/

Bagi Anda yang terpilih menerima award jangan merasa terbebani yah, anggap aja intermezzo pengisi waktu luang, dan bagi yang tidak terpilih… jangan kecil hati yah…. Nanti juga award-nya datang dengan sendirinya ke kamu, Be happy..

Rabu, Maret 25, 2009

Koruptor dan Tikus Kantor

Apa bedanya Koruptor dan tikus kantor? Ada yang tau?...menurut saya sih bedanya terletak pada penampilan fisik, bro… Kalo koruptor itu punya jabatan, kedudukan dan kewenangan. Trus berdasi, hidup di lingkungan yang bersih, kelimis dan sangat necis. Nah kalo tikus kantor adalah termasuk binatang pengerat yang menetap di tempat kotor, suka memakan apa saja yang ditemukan. Ketemu kertas yah dimakan, ketemu lem, kabel, sandal, sepatu semuanya dimakan. Selebihnya dari kedua subyek tersebut adalah sama – sama ciptaan Tuhan. Hanya saja, Koruptor ternyata itu lebih hina dari tikus kantor. Lho…koq …ya iyalah masa ya ya dong. Bayi aja dibedong, masa koruptor digendong?.... (dibanting aja,….bro…)

Koruptor adalah makhluk yang perfektif, Ia diberikan akal pikiran, ilmu, tempat yang terhormat dan memiliki fasilitas yang lebih dari sekedar cukup. Derajatnyapun lebih superior dari binatang. Namun demikian, sifat rakusnya melebihi binatang yang lapar sekalipun. Ia bisa memakan apa saja, termasuk makan semen, pasir, aspal dan lain sebaginya. Dia juga mampu menyulap angka-angka bak seorang pesulap David Coferfield, lho…Mampu mengmark-up angka-angka pada Anggaran maupun pada angka data statistik. Bahkan ia pandai berakting dengan memainkan peran wataknya yang hanya bisa diperankan oleh aktor sekaliber Dedy Mizwar. Weeleeeeh…..

Koruptor memang bukan tikus kantor, tetapi identik karena harta bendanya diperoleh dari hasil yang kotor-kotor, persis seperti yang dilakukan oleh tikus kantor. Yah, namanya juga tikus, bro… mo tikus loteng, tikus got, tikus sawah tetap aja bikin kita geli. Rumah siapa sih yang mau dihuni banyak tikus? Nah, jika Anda kebetulan menjumpai tikus-tikus di rumah cepatlah beli Anti Tikus. Terserah mo beli racun tikus, lem tikus, yang penting rumah kita sehat, bersih dan nyaman. Maka dari itu, agar negeri yang tercinta ini dapat menjadi Negara yang sehat, bersih dan nyaman …Ayo mari kita bersama-sama perangi "tikus-tikus"….

Keadilan Itu Buta

Penegakan supremasi hukum sedang ramai dibicarakan. Ini penting mengingat Indonesia adalah negara berlandaskan hukum dan konstitusi. Dengan supremasi hukum insan-insan peradilan tidak terjebak retorika dan mafia peradilan. Pun berbagai macam kasus dapat diselesaikan dengan baik.

Namun supremasi hukum perlu penunjang: pengadilan. Mustahil hukum yang berdiri tegak tidak ditopang keadilan dari pengadilan yang jujur dan adil. Pengadilan sebagai badan, terdiri atas orang-orang yang berwenang mengadili, mendengar, dan memutuskan. Baik menyangkut kasus khusus, sipil dan militer. Juga berarti kamar, aula, gedung, atau tempat proses pengadilan dilakukan.

Sulit melacak asal mula pengadilan. Awal abad pertengahan di Eropa, fungsi pengadilan belum terpisah dari fungsi legislatif dan administratif. Raja, penguasa, dan kepala penasihat duduk ber¬sama dalam aula membahas urusan ini. Belum ada pemisahan fungsi secara tegas, masih campur baur kayak gado gado. Baru sejak abad ke-12 seiring banyaknya warga negara yang menyelesaikan pendidikan tinggi dan banyak profesi hukum diakui, terjadi perubahan fungsi secara nyata.

Ada dugaan istilah pengadilan court (dalam bahasa Inggris) berasal dari cortile. Ini gedung yang dikelilingi lorong-lorong beratap, mencirikan karakteristik istana (palazzo) zaman Renaisance. Semisal Palazzo M.Ricardi dan Palazzo Strozzi di Florence, Italia, abad ke-15.

Puncak pembangunan cortile terjadi di Roma. Palazzo della Cancelleria merupakan cortile berciri Renaissance, mulai dibangun 1486. Perancangnya Donato Bramance,yang pada 1547 menyelsaikan karya monumental, Palazzo Farnese. Karya ini juga di desain Michelangelo. Riwayat lain menyebutkan pada abad pertengahan, masih di Eropa, gedung pengadilan hanyalah bagian tambahan dari suatu kompleks bangunan. Semisal kompleks biara tempat mengasingkan diri dari kehidupan dunia, benteng pertahanan kota. Bahkan kompleks sekolah dan rumah sakit pun masa itu mempunyai gedung atau pengadilan sendiri. Maka sama sekali tidak mengherankan bila di dalam istana juga ada ruang pengadilan. Istana Alhambra di Granada, Spanyol,

dibangun abad ke 13 dan 14, misalnya, mempunyai kompleks pengadilan cukup, lengkap. Sehingga begitu ada indikasi tersangkut kasus tertentu, Tersangka bisa langsung diadili.

Namun pengadilan tidak berguna jika keputusan-keputusan yang dihasilkan jauh dari rasa keadilan. Keadilan itu sendiri disyaratkan sebagai hal yang bebas dari penilaian subjektif. Maka sejak dulu sudah ada tamsil: "Keadilan itu buta". Barangkali ungkapan ini tumbuh dari harapan bahwa dalam kondisi tidak melihat hakim bisa membawa keadilan mencapai derajatnya yang tinggi. Namun jejak tamsil popular ini belumlah jelas.

Dipercaya, bangsa Mesir kuno memulainya. Dalam menyelesaikan kasus, mereka punya pengadilan berupa ruang sangat gelap. Tidak memungkinkan bagi hakim melihat dan mengenali Terdakwa, Pembela, atau para saksi. Ruang pengadilan dibuat gelap gulita dengan tujuan melahirkan keadilan yang "buta" da¬lam arti keputusan hakim diharapkan bisa dijamin adil.

Ada juga anggapan tamsil itu berasal dari sejarah peradilan Inggris. Independensi hakim yang tidak pernah dipengaruhi oleh pertimbangan pribadi, prasangka atau simpati terhadap seseorang.

Bahkan salah satu monumen terkenal di dunia, yang menggambarkan "wujud" keadilan, terdapat di Pusat Pengadilan Kriminal London, mengambil wujud orang buta. Sehingga neraca di tangannya mustahil untuk dilihat.

Tersimpan pesan, "hakim seharusnya tidak memihak". Bebas perasaan suka atau tidak suka. Ketika hakim diintimidasi oleh kekuasaan atau diiming-imingi harta. Juga ketika "sang pengadil" dipengaruhi rasa kasihan atas ketidakberdayaan dan kemiskinan seseorang. Keputusan hakim hanya didasarkan pada bukti-bukti.

Nyatalah sejak dahulu keadilan sudah menjadi dambaan setiap insan. Sayangnya, di beberapa bagian dunia, keadilan ideal sering sulit tergapai. Barangkali benar keadilan itu "buta". Seandainya bisa melihat, mungkin "dia" akan kecewa mendapati kenyataan bahwa ada banyak hal di dunia ini dilakukan dengan mengatasnamakan "namanya”. ? (Dari pelbagai sumber/Intisari)

Senin, Maret 23, 2009

Nyepi Dalam Persepsi Lingkungan Hidup

Artikel ini diturunkan menyambung dari artikel sebelumnya, bro…jadi kita langsung aja yah. Hari Raya Nyepi yang dilakukan oleh umat Hindu sesungguhnya mengandung makna yang dalam sekali. Terutama persoalan lingkungan hidup yang akhir-akhir menjadi bahan pembicaraan orang-orang ‘gedean’ di tingkat internasional. Para Kepala Negara, Presiden, Raja-Raja, Perdana Menteri, serta para Aktifis Lingkungan Hidup mengadakan pertemuan (yang pasti bukan pertemuan arisan, bro) pada Desember 2007 silam di Nusa Dua, Bali, termasuk Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa yang Dharma Adhyaksa Sabha Panditaa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), —pemimpin tertinggi majelis umat Hindu se-Indonesia— yang mencoba menggunakan momentum Nyepi sebagai perayaan World Silent Day: jeda global dalam sehari.

Tapi sangat disayangkan, usulan mulia itu ternyata seperti pribahasa yang mengatakan “anjing melolong kafilah pun cuek berlalu”. Begitulah, bro….

Gema usulan itu tenggelam di antara hiruk-pikuk perundingan delegasi negara-negara kuat yang berbeda-beda kepentingan. Bahkan, para cendekiawan dari Indonesia—termasuk dari Bali—tidak semuanya sepakat memperjuangkan hal ini. Karena itu, jangankan menjadi rekomendasi, usulan mulia itu belum bisa menjadi materi yang diagendakan untuk dibahas mengingat padatnya jadwal sidang dan kompetisi di antara delegasi yang mengusung materi masing-masing.

Nevertheless, don’t despair ...(jangan putus asa yah, bro…) Sebab, banyak jalan menuju Roma, begitu kata orang Roma tapi orang Betawi bilang “Emang gue pikirin”…

Kalau toh cara-cara formal seperti di atas kurang mendapat respon, bukan berarti kita berhenti pada persoalan ini. Solusi yang tepat barangkali adalah terus memberikan informasi kepada masyarakat luas, baik di tingkat pemerintahan pusat, daerah, para pebisnis, politikus, hingga ke lapis rakyat jelata. Mereka perlu diberi kesadaran atau sebenarnya udah sadar tapi pura-pura nggak sadar, mengenai ancaman pemanasan global (global warming) yang telah tampak di pelupuk mata.

Apa itu pemanasan global (global warming)

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb).

Menurut pakar gunung es di Pusat Data Es dan Salju Negara (NSIDC) di Universitas Colorado menyadari ada bagian dari daratan es Wilkins luruh pada 28 Febuari. Gunung es berukuran 41 kilometer dan 2,4 kilometer itu luruh di sisi baratdaya bagian depan daratan es tersebut. Daerah luruh itu seluas 415 kilometer persegi dan sebagian besar darinya saat ini hanya ditopang lapisan es tipis menurut NSIDC.

Wilkins adalah daratan luas berupa lapisan es abadi, yang mengapung dengan luas 13 ribu kilometer persegi di baratdaya semenanjung Antartika, 1.600 kilometer selatan Amerika Selatan.

Dalam 50 tahun terahir, bagian barat semenanjung Antartika menghangat sekitar 0,5 derajat selsius setiap dasawarsa, kenaikan suhu tercepat di seluruh penjuru dunia. Ilmuwan NSIDC Ted Scambos menyatakan daratan es itu terbentuk ratusan tahun, namun udara hangat dan terpaan gelombang laut mengakibatkannya retak. Oleh karena musim panas di Antartika segera berahir, Scambos menyatakan tidak memperkirakan daratan es itu akan retak kembali dalam waktu dekat.

Berdasarkan analisa di atas, sepertinya kita sudah mulai rasakan dampak dari pemanasan global (global warming) itu dengan adanya berbagai macam bencana yang menimpa negeri ini. So, kini sudah saatnya kita mengintropeksi diri, bebenah dalam bersikap untuk merawat, menjaga dan melestarikan alam yang kita huni ini.

Sepi di Hari Nyepi

Holaaa sodara-sodara…apa kabar? Semoga selalu sehat dan tetap semangat. Oh ya, hari Kamis tanggal 26 April 2009 ternyata berwarna merah. Itu artinya libur, bro… Libur? Wah asyik neh kita bisa ngenet sepanjang hari dong. Eit, tunggu dulu…liburan nasional itu rupanya hari Nyepi. Tau kan hari Nyepi? Itu loh hari keagamaan bagi umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia) dan Buwana Agung (alam semesta).

Ritual Nyepi

Ada baiknya kita perlu tau juga bro prosesi Nyepi yang dilakukan oleh umat Hindu. Nah bagi Anda yang belum tahu neh ada catatan sedikit, yuk kita baca sama-sama...

Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "panglong ping 14 sasih kesanga", umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Tahap terakhir adalah melasti, yaitu menghanyutkan segala leteh (kotoran) ke laut, serta menyucikan pretima. Upacara ini dilakukan di laut, karena laut dianggap sebagai sumber amerta. Selambat-lambatnya pada tilem sore, melasti harus selesai.

Nyepi

Keesokan harinya, yaitu pada panglong ping 15 (atau tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini dilakukan puasa Nyepi yang disebut "Catur Brata" Penyepian dan terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Brata ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit. Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan 'matekep guwungan' (ditutup sangkar ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit). Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun baru pun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni.

Ngembak Geni (Ngembak Api)

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tanggal "ping pisan (1) sasih kedasa (X)". Pada hari inilah Tahun Baru Saka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain. Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Çaka berakhir pada "panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X)", dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).

Demikianlah kronologis ritual Ngepi. Nah, kalo kita cermati makna Nyepi itu ternyata mengandung ajaran kepada kita untuk menghargai dan memberi penghormatan kepada alam ini. Penghargaan maupun penghormatan itu bisa dalam bentuk menjaga dan memelihara lingkungan alam. Jangan dieksploitasi alam secara membabi buta, bro…hutan digundulin, kandungan bumi disedot, air laut dicemarkan limbah dan lain sebagainya. Dengan Nyepi kita diingatkan untuk menjaga keseimbangan alam. Setidaknya, ada semacam stagnasi tidak melakukan aktivitas apapun. Umat Hindu telah melakukan hal itu, seperti tidak bepergian (amati lelungan), tidak bekerja (amati karya), tidak menikmati hiburan dan kesenangan (amati lelanguan), tidak menyalakan api (amati geni). Pendek kata, kita mesti istirahat total, gitu lho…(termasuk nggak ngenet kale yah…) Mengapa kita perlu istirahat total? Mau tau jawabannya?....tunggu aja episode berikutnya yah… Okay, bro… selamat menjalankan ibadah Nyepi bagi teman-teman yang merayakannya. Sukses dan tetap semangat selalu…

Sabtu, Maret 21, 2009

Kampanye Damai Telanjang Bulat

Nggak ada hubungannya sih dengan aksi kampanye pemilu 2009, namun memaknai kata “kampanye” itu sendiri sepertinya ada sinkronisasi dengan kampanye yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya British Naturism. Kampanye yang mereka lakukan bukanlah seperti para caleg kita yang gencar berorasi atau melakukan aksi-aksi yang kadang tingkah polanya seperti badut. Para anggota yang tergabung dalam British Naturism ini secara bersama-sama menanggalkan pakaiannya hingga benar-benar pelontos (telanjang lonjong gitu deh…) seperti bayi yang baru saja keluar dari rahim sang Ibu. Aksi yang mereka lakukan ini adalah semacam refleksi atas meningkatnya angka kehamilan remaja yang saat ini sedang terjadi di Inggris. Bahkan disinyalir Inggris merupakan Negara yang jumlah kehamilan remajanya tertinggi di Eropa. Jika para anggota British Naturism berani melakukan aksi telanjang bulat sebagai sikap protesnya, kira-kira para caleg kita berani nggak yah melakukan aksi serupa untuk mencari dukungan publik?... (Sumber : kompas.com)
 

Komentar Tamu

Mengenai Saya

Foto saya
Tinggi di sebuah kota kecil, depok jawa barat, kalo mo kerumah koe dan nggak ketemu tanya aja ama tukang pos, dijamin Anda akan tersesat lebih jauh. Nah, mendingan kontak aja di viruscinta18@gmail.com. Mudah bukan,...Tetap semangat dan berkreatifivitas....Salam.

Link Penting

Sample Text